Jumat, 10 Mei 2019

Rain du

Aku suka hujan. Ketahuilah itu, Karena hujan seperti dirimu Gemricik suaranya yang selalu riang Harumnya yang sangat khas Suasana syahdu yang menggetarkan sebilah hati Serta indahnya pelangi yang kau ciptakan diakhir. Tapi aku membenci pelangi itu, karena ketika pelangi itu muncul, aku memahami bahwa kamu sudah tidak disini lagi bersamaku. Yang lebih tidak kusukai adalah angin.. Dia membawa mu menjauh, tanpa menyisakan pelangi untuk ku.

Rabu, 01 Mei 2019

Selisih paham

To. Alpha Tembok tebal ini bukan terbentuk dengan sendirinya, namun atas usaha kau dan aku. Kau membuatnya begitu jelas. Sehingga semakin giat ku membangunya. Sadar akan apa yang sedang kulakukan, kaupun malah ikut membangunnya, bukan berusaha menghancurkannya. Kau bilang inilah cara mengekspresikan rindumu yang tak ku gubris. Tunggu, kenapa kau berfikir seperti itu? Bukan, kau salah.. Itu yang ingin ku katakan. Aku menginginkan mu, hanya saja tunggu sampai ku membangun pintuku, hingga kau bisa masuk dengan layak dan hormat. Bukan bermaksud untuk memisahkan jarak antara kita. Jangan bilang kau berfikir aku sedang membangun tembok raksasa China yang begitu panjang

Kamis, 29 November 2018

Harapan

Semampuku kau akrab dengan senyum dan tawa.
Sebisaku kau tak pernah punya luka.
Dan sebisaku kau tak mengenal air mata selain bahagia.

Senin, 12 November 2018

Jamuan

Sepi, Sunyi. Apakah benar disini terdapat sebuah pesta? Pikirku. 'Hey' Seseorang memanggil. menghampiri dalam gelap. Suara langkahnya terhenti. Lampu ruangan menyala. Kosong. Tak nampak apapun disana. 'Kemarilah' Seruan itu semakin jelas. Berbalik mengikuti sumber suara. 'Ini pesta untuk anda' katanya. Sembari mengesap wine. Silahkan nikmati hidangannya. Dia tersenyum. terkejut. Aku mendapatkan hidangan yang tak ku inginkan. Hendak menolak, namun terkesan tidak sopan. Ahh apa yang harus kulakukan? Pada akhirnya. Kusantap itu sendirian. Siapa yang sudi menyantap hidangan ini? Rasa masam, pahit dan manis. Hanya aku yang bodoh inilah yang mau merasakannya. hanya aku sendiri.

Sabtu, 13 Oktober 2018

Dia

tak lelah kumemandang.
seseorang yang jauh disana.
yang sangat ku rundukan.
I said to god.
dialah orang yang slama ini ku kagumi.

Langit senja seperti dirimu.
Ombak lembut sedamai sikapmu.
Violet jiwamu.
Engkau yang buta disana .
Untukmu puisi ini ku tunjukan.

Sejujurnya saya selalu menuliskan pesan tersirat dalam beberapa puisi saya.. Hanya untuk kamu menyadarinya. Jikalau kau ingin tahu apa judul puisi ini. Cobalah tarik huruf pertama disetiap lariknya. Dan jika kau menemukan kata lainnya.. Sstt.. Itu cukup kamu yg tahu..




Jumat, 12 Oktober 2018

Rindu

Lelah ku mengejarmu di muka bumi ini.
Mungkin kan ku hampiri mu lewat langit malam.
Bersama rembulan dan bintang yang ikut gemas menertawakanku.
Mungkin kau asing di telinga muka bumi ini.
Tapi kau populer di langit angkasa.
Maafkan aku cinta..
Do'a ku telah membawa mu terlampau jauh kesana.


Kosan 220
Bandung, 28/03/18

Untuk mu

From. Me
To. Alpha

Hai,
Apa kabar?
Bukan, bukan tentang dirimu.
Tapi tentang mimpi-mimpi mu..
Apakah sudah kau raih?
Mimpi-mimpi yang selalu kau dengarkan padaku.
Tentang keindahan dan kebahagiaan.
Kesuksesan dan keberkahan.